BYMB: Ch. 01 – because of you i’m not wavering right now

Photo by Inga Seliverstova on Pexels.com

Seseorang pernah mengatakan padanya, vampir yang tidak memiliki hati tidak memiliki sihir.

Mungkin perkataan itu ada benarnya.

Continue reading “BYMB: Ch. 01 – because of you i’m not wavering right now”

Kelopak yang Meniupkan Angin #12

Kesedihan menerpa dua puluh sembilan jam setelah kematian hadir dan pergi. Di sekitar mereka hanya salju, dinginnya menusuk tulang. Tetapi ketika mereka tatap bulan merah yang memudar di awal hari, mereka tahu bahwa api telah membakar darah yang tumpah hingga tak berbekas. Dalam benak Victor, implikasi bahwa hal seperti itu bisa  terjadi terasa seperti tamparan yang menyakitkan. Ia pikir klan mereka tak terkalahkan, tapi dalam satu malam, hanya mereka berdua yang tersisa. Dua bocah yang tersesat di bawah rembulan yang perlahan menghilang.

Fajar akan menghampiri lebih cepat dari kedipan mata. Maka Victor menarik ujung jubah yang menutupi figur ramping saudarinya, mengirim pesan yang bahkan tidak membutuhkan kemampuan telepati mereka untuk tersampaikan.

Continue reading “Kelopak yang Meniupkan Angin #12”

Jonathan Stroud’s “The Golem’s Eye”—Of Injustice, Camaraderie, and Blind Ambitions


In The Golem’s Eye, the second book of Bartimaeus trilogy by Jonathan Stroud, young Nathaniel has grown up to become a junior magician in the Security Ministry. His dazzling career and tactless arrogance attracts enemies from all over the place. It brings pressure to his main job—eradicating rebellion movement trying to overthrow the magician government, The Resistance—as each politicians keep trying to frame every incidents into his fault.

Desperate for ally and enraged by the way other magicians look down on him, Nathaniel does something that he has promised not to do: summoning Bartimaeus and binding the djinn into a master-servant contract with him, again.

Continue reading “Jonathan Stroud’s “The Golem’s Eye”—Of Injustice, Camaraderie, and Blind Ambitions”