Memory of Dew

Aku akan berlari. Cukup jauh hingga tidak terlihat lagi. Cukup dekat untuk tetap mengawasi.

Sebab separuh sayapmu patah. Mana tega kutinggalkan engkau sendirian. Memorimu kacau berserakan, serupa helai-helai bulu yang tak kuat menahan terpaan.

Kau tidak perlu memaafkan. Cukuplah berdiri di sana, bernapas sendiri saja. Cukuplah percaya bahwa ada yang sedang siap menopang berat tubuhmu bila ambruk tak tertahankan. Cukuplah percaya bahwa aku tidak akan pernah jauh. Cukuplah percaya bahwa di titik inilah aku memulai penebusan dosa.

Bukan berarti aku harus kau maafkan.

Biarkan saja.

Aku akan berlari ke tempat jarak pandangmu tak terangkum jangkauan. Cukuplah di sana.

Toh kedua belah sayapku masih siap untuk terbang jika engkau membutuhkan.

Sragen, 23 Maret 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s