Kelopak Yang Meniupkan Angin #5

Di pegunungan tempat kakek-neneknya tinggal, atau bahkan di pantai selatan tempat Ren dan orangtuanya pernah berdiam, selalu ada legenda tentang mereka yang bukan manusia.

Neneknya pernah bercerita tentang sosok pucat yang bangkit dari kubur, arwah gentayangan yang menolak kedamaian alam baka dan lebih memilih untuk menjalani sisa hidup di dimensi yang tidak menerima wujud baru mereka. Adik dari ayahnya, Paman Hotaru, sering memperingatkan Ren tentang serigala yang berburu selepas petang, dan bukan serigala biasa, tetapi serigala jadi-jadian dengan iris perak dan taring yang berbisa. Paman Hotaru berkata bahwa mereka adalah manusia yang dulunya rupawan dan menjadi kebanggaan orangtua masing-masing, sebelum kedewasaan menjemput mereka bersama ambisi dan kedengkan, mengubah mereka menjadi binatang buas yang hanya bisa berburu di malam hari namun tak pernah bisa merasakan kenyang.

Ayah Ren sendiri percaya pada putri duyung. Ren bahkan menduga ia pernah melihat ayahnya menyembunyikan salah satu bangkai makhluk itu di bawah gundukan pasir dan bebatuan karang tajam jauh di sudut pantai, di mana air pasang terlalu tinggi menggapai sehingga tak seorangpun diizinkan pergi mendekatinya ketika bulan tengah purnama.

Namun Ren belum pernah mendengar legenda tentang balita bermata merah yang mengendalikan pusaran angin atau sosok gadis remaja dengan rambut perak dan mata yang merangkum matahari terbenam. Terlepas dari mata mereka (dan pusaran angin yang menghadirkan mereka ke hadapannya), Ren hampir bisa percaya bahwa mereka manusia. Namun merah—merah adalah warna yang asing. Bunga bisa merah, langit bisa merah, buah-buahan bisa merah. Bahkan wajah Ren ketika demam bisa memerah. Namun mata yang sepenuhnya merah—tanpa hitam, tanpa putih, tanpa cokelat, bukan juga biru atau hijau seperti yang dimiliki beberapa anak di desa di bawah bukit—itu bukan mata manusia, Ren memutuskan. Mereka berdua bukan manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s