Kelopak Yang Meniupkan Angin #3

Dia adalah hutan,
Namun separuh darinya masih milik rembulan.
Di bawah tapak kakinya ada salju yang tak lagi padat
Dan dalam dekap tangannya bergetar jantung yang kembali berdetak.
Ujung jarinya menumpahkan darah
Pada bibir pucat bayi yang berbagi ayah
Dan berbagi kehilangan.

Luna berbisik,
“Victor—”

Sepasang mata gemerlap dalam gelap.
Merah pada tiap lingkar,
Dingin pada tiap debar,
Telah separuh hidup dan masih setengah terlelap.

Di atas mereka, rembulan kembali nampak.

Sragen, 12 April 2020

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s