Puisi: brightly dimming you

Source: https://static.zerochan.net/Gemi.full.506037.jpg

Aku mengingatmu pada saat bintang jatuh, hanya pada saat bintang jatuh, dan hanya selama bintang itu jatuh.

Jika pada malam tak kubuka jendela kamar, tak akan kulihat. Maka aku tak akan mengingatmu, tak akan mengenangmu, tak akan sadar bahwa kau pernah ada. Memoriku, yang datang dan pergi seperti ombak, tetapi kadang terseret jauh ke dalam palung tanpa dasar, tidak memiliki tempat permanen untuk eksistensimu.




(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kau sebut aku nama. Pandangku ‘kan bertanya, “Kau siapa?”
Sebab rangkaian tahun telah berlalu tanpa bintang jatuh.
Engkau, hanya terwakili lewat kilatan cahaya yang sejenak menghiasi langit berpurnama, telah terlupakan.
Bintang jatuh yang lain mungkin tak akan pernah tiba.
Eta Wardana
Depok.
Pertama kali dipublikasikan melalui Line pada 10 September 2017.




(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s