Puisi: Dari yang Terjebak dalam Senja

Source: https://static.zerochan.net/108.%28artist%29.full.1234209.jpg



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bila tulangmu meluruh jadi abu,
takkan kukubur,
‘kan kutebar hingga terbang disambut angin pelipur
Merangsek kanopi hutan,
menggurat hitam pada mega belum bernama
Sumpahku aku takkan lupa
takkan kubiarkan alam lupa
takkan kubiarkan namamu buyar ditelan masa

Lagi, mana daya aku lupa?
Bahkan mentari menyimpan satu berkas dirimu dalam hangat sinarnya
Jika remang mencuri cahaya, sosokmu hadir menipu realita
Jika aku berpura-pura buta, manifestasimu berubah luar biasa nyata
Jiwaku dengan angkuh berkata: “Kau takkan mampu lupa.”


Maka biarlah abumu mengarungi angkasa
menyapa dengan sayap-sayap tak kasat mata
Ringan, laksana terlepas semua beban
tak sadar bahwa jari-jariku terentang
haus akan keberadaan
lapar akan kebersamaan
dan benci,
ah, tak terkira benci,
pada batas hidup-mati
pada benar yang kuharap hanya ilusi

Bahkan meski bisikmu membujuk, menghibur, meminta,
aku tak bersedia lupa.
(Semarang, 9 Agustus 2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s