Puisi: Bilamana Bisu adalah Namamu

Source: https://static.zerochan.net/108.%28artist%29.full.1132380.jpg



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Di ujung jemarimu
tak nampak kulit bersama tinta melebur
bukan juga kasar kayu berparut
atau pun garis gurat putih kapur

Di ujung jemarimu
(yang kau dekap di depan jantung)
(yang kau selimuti kain beludru)
(yang kau kecup tiap senja berlalu)
adalah denting nada mengalun


Baris katamu tak terucap oleh mulut
terganti oleh tuts-tuts yang tak pernah kau biarkan berdebu
Deras emosimu tak terangkai oleh serak pita suara
namun terwakili potongan melodi menyibak awan yang terus berarak

Kau ada dalam partitur
itu hidupmu; itu duniamu; itu adalah dirimu
Kau tersusun dalam simbol-simbol lagu
itu hatimu; itu jiwamu; itu adalah semestamu
Namun jika kurenggut itu semua darimu
masihkah kau ‘kan meraba-raba mencari kembali jati diri terbuang itu?

Sragen, 5 September 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s