hopeless = loneliness

Aku bermimpi tentang banyak hal. Tentang hujan. Tentang langit. Tentang dunia. Tentang aku di tubuh orang lain yang sedang menatap diriku sendiri. Tentang masa depan. Tentang masa lalu. Tentang bayangan yang mengejarku di kegelapan dan binar yang mencoba mencabikku dalam terang. Kadang-kadang, aku juga bermimpi tentang kau.

Kata-kata yang kutulis di atas kertas belum tentu kejujuran, tapi bukanlah sepenuhnya kebohongan. Aku tidak tahu emosi apa yang sedang mengalir dari getaran tanganku menuju tinta hitam yang menggores kekosongan. Apatisme, mungkin. Atau keputusasaan. Harapan semu dari seseorang yang telah membunuh hatinya namun ingin mengecap indahnya perasaan lagi. Kau tahu aku egois. Kau tahu aku kejam. Tapi aku juga adalah bentuk lain dari kerapuhan; kristal tajam yang melindungi sebuah kehampaan.

Aku bahkan tidak tahu siapa engkau, meski aku berharap aku akan segera mengorek lebih banyak darimu. Aku ingin tahu siapa engkau, meski kau tidak ingin diketahui oleh siapapun. Apakah aku sedang berbicara dengan dirimu sekarang? Ataukah kau tengah membisu mendengarkanku bermonolog dengan sesuatu yang tak pernah ada? Kasihanilah aku. Dunia ini ramai, tapi aku berpura-pura tuli dan berpura-pura dalam sunyi dan berkata aku hanya sendirian.

Aku menginginkan engkau—siapapun engkau—orang macam apapun kau. Bahkan jika kau bukanlah manusia, tak mengapa.

Karena kadang-kadang aku juga bermimpi tentang diriku yang bukan manusia.

2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s